6 Jenis Corona Virus

6 Jenis Corona Virus

6 Jenis Corona Virus Tanda-tanda Medis COVID-19 dan Isolasi Mandiri

Jenis Corona virus (CoV) adalah subfamily dari Coronaviridae ordo Nidovirales dan digolongkan dalam 4 subfamily a, b, g dan d berdasar genomic dan serotypenya.

Coronavirus adalah virus RNA dengan genomic paling besar (>27 Kb). Susunan badan virus (virion) ini terbagi dalam membran, selubung lipid bilayer (envelope), glikoprotein yang seperti paku (spike), genom RNA positif, dan protein nukleokapsid.

Sejumlah besar jenis corona virus mengontaminasi hewan dan jadi pembawa (Carrier) pathogen coronavirus saat sebelum mengontaminasi manusia. Carrier yang tersering ialah musang, kelelawar dan tikus.

Baca Juga: 6 Aliran Spikologi Beserta Ruang Lingkupnya

Hingga saat ini ada 6 coronavirus yang bisa mengontaminasi manusia yakni:

  • 229E
  • NL63
  • 0C43
  • HP
  • SARS-CoV
  • MERS-CoV

Berbagai jenis Corona virus bisa mengakibatkan tanda-tanda infeksi aliran pernafasan, gastrointestinal, dan neurologis pada manusia, dan hewan mamalia yang lain. Aktualisasi medis umumnya tampil dalam dua hari sampai 14 hari sesudah paparan.

Sinyal dan tanda-tanda umum infeksi coronavirus diantaranya tanda-tanda masalah pernafasan kronis seperti demam, batuk dan napas sesak. Pada masalah yang berat bisa mengakibatkan pneumonia, sindrom pernafasan kronis, tidak berhasil ginjal, serta kematian.

Pertanda dan tanda-tanda medis yang disampaikan sejumlah besar ialah demam, dengan beberapa masalah alami kesusahan bernapas, dan hasil rontgen memperlihatkan infiltrat pneumonia luas di ke-2 paru paru.

Persyaratan Pasien yang diduga Terkena Covid-19

Berikut persyaratan pasien yang dapat diduga terkena COVID-19, ialah:

  1. Seseorang yang alami:
  • Demam (2380C) atau ada kisah demam
  • Batuk/ Pilek/ Ngilu kerongkongan
  • Pneumonia enteng sampai berat berdasar tanda-tanda medis dan/atau kisah radiologis.

Perlu siaga pada pasien dengan masalah sistem ketahanan tubuh (immunocompromised) sebab tanda-tanda dan sinyal jadi tidak terang. DAN Mempunyai kisah perjalanan ke negara yang terkena pada 14 hari akhir saat sebelum muncul tanda-tanda.

  1. Seseorang dengan demam (2380C) atau ada kisah demam ATAU ISPA enteng sampai berat DAN pada 14 hari akhir saat sebelum muncul tanda-tanda, mempunyai satu dari paparan berikut ini:
  • Riwayat contact dengan masalah verifikasi COVID-19; ATAU
  • Bekerja atau berkunjung sarana kesehatan yang terkait dengan pasien verifikasi COVID-19; ATAU
  • Riwayat perjalanan ke Propinsi Hubei, China (terhitung Kota Wuhan); ATAU
  • Kontak sama orang yang mempunyai kisah perjalanan pada 14 hari akhir ke Propinsi Hubei,

China (terhitung Kota Wuhan).

Pendukung Analisis

Berikut beberapa pendukung dalam penegakan analisis covid-19, diantaranya:

  1. Photo Toraks

Photo toraks pasien dengan COVID-19 memberi kisah koalisi yang lembut pada ke-2 lapangan paru, bisa dibarengi dengan efusi pleura bilateral. Photo toraks mempunyai faedah dalam screening pada sarana servis kesehatan tingkat pertama dengan kebiasaan penyakit yang tinggi tetapi kebatasan modalitas pendukung yang lain.

  1. Pengecekan Laboratorium

Contoh serum perlu dikerjakan pengecekan, pada anak dan dewasa diperlukan 5-10 ml sesaat pada bayi diperlukan minimal 1 ml. Pada babak awalnya penyakit jumlah leukosit normal atau turun, limfosit turun, enzim hati dan mioglobin bertambah pada banyak pasien. C-reactive protein (CRP), erythrocyte sedimentation rate (ESR) dan D-dimer bertambah sedang procalcitonin dalam batasan normal.

  1. CT-Scan Toraks

Kisah CT-scan toraks pada pasien dengan COVID-19 relatif sama dengan pneumonia virus yang lain seperti SARS dan MERS yakni groud glass opacity (GGO) dan patchy shadow pada ke-2 lapangan paru.

  1. Pengecekan Real-Time PCR dan Sequencing

Dalam menegakkan analisis tersangka COVID-19 direferensikan kumpulkan contoh specimen dari aliran napas atas (nasopharyngeal dan oropharyngeal swabs) dan dari aliran napas bawah (sputum dan swabs) dan dari aliran napas bawah (sputum dan bilasan bronkus). Induksi sputum tidak disarankan. Seterusnya coronavirus dideteksi dengan Real Time– PCR (rt-PCR) dan sequencing untuk mengenali spesies virus.

Hingga saat ini belum diketemukan therapy antiviral pada infeksi COVID-19. Therapy yang direferensikan ialah simptomatik dan supportive dan isolasi pada pasien yang terkena.

  • Isolasi kesemua masalah
  • Implementasi pengendalian dan pencegahan infeksi (PPI)
  • Serial photo toraks
  • Terapi oksigen (O2). Pemakaian High Flow oxygen atau noninvasive ventilation cuman pada
pasien spesifik jika berlangsung stres napas berat atau hipoksemia.
  • Antibiotik empiris berdasar pandemiologi dan skema kuman di tempat secepat-cepatnya sampai
analisis ditegakkan.
  • Kortikosteroid tidak disarankan
  • Terapi simptomatik
  • Terapi Cairan
  • Ventilasi mekanis (jika tidak berhasil napas)
  • Penggunaan vasopressor jika alami terguncang sepsis
  • Cegah kompleksitas sepanjang perawatan
  • Antivirus spesial untuk COVID-19 hingga saat ini

tidak ada.

Penjagaan Infeksi dan penyebaran yang direferensikan WHO ialah:

  1. Hindari transmisi dari manusia ke manusia terhitung kurangi infeksi sekunder oleh kontak langsung petugas kesehatan, menahan peristiwa kenaikan transmisi penyakit dan menahan penebaran global dari Cina.
  2. Identifikasi, isolasi dan bereskan pasien selekasnya terhitung maksimal therapy pada pasien yang bisa dibuktikan terkena dan memakai APD yang komplet dan terstandarisasi.
  3. Identifikasi dan awasi transmisi dari hewan yang diduga sumber penyebaran.
  4. Tutup mulut dan hidung dengan tissue di saat batuk atau bersin selanjutnya buang tissue di tempat sampah.
  5. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengucur sepanjang 20 detik, atau memakai sanitizer yang memiliki bahan landasan alcohol.
  6. Hindari sentuh mata, hidung, dan mulut saat sebelum bersihkan tangan.
  7. Bersihkan dan desinfeksi secara teratur benda yang kerap di sentuh.
  8. Mencari bantuan klinis jika mempunyai tanda-tanda dan berprasangka buruk ada paparan infeksi.

Yang penting lakukan karantina mandiri di dalam rumah ialah untuk mereka yang masuk ke persyaratan:

  1. Orang Tiada Tanda-tanda (OTG) Covid-19

Mereka yang masuk ke persyaratan Orang Tiada Tanda-tanda (OTG) ialah orang yang tidak mempunyai tanda-tanda Covid-19 tapi hasil pengecekan positif atau mempunyai kisah contact dengan pasien Covid-19.

  1. Orang Dalam Pengawasan (ODP)

Orang Dalam Pengawasan (ODP) ialah orang yang mempunyai tanda-tanda Covid-19 tunggal yang enteng seperti demam ≥38°C/ada kisah demam, atau batuk atau pilek atau sakit kerongkongan dan pada 14 hari akhir saat sebelum muncul tanda-tanda mempunyai kisah tinggal atau perjalanan di negara/daerah yang memberikan laporan transmisi lokal.

  1. Pasien Dalam Pemantauan (PDP) Enteng

Pasien Dalam Pemantauan (PDP) ialah orang yang mempunyai lebih dari 1 tanda-tanda Covid-19 yang enteng atau orang dengan Infeksi Aliran Pernafasan Kronis (ISPA) yakni demam 38°C/ada kisah demam, dibarengi dengan salah satunya tanda-tanda penyakit seperti batuk/pilek/sakit kerongkongan dan pada 14 hari akhir saat sebelum muncul tanda-tanda mempunyai kisah tinggal atau perjalanan di negara/daerah yang memberikan laporan transmisi lokal atau mempunyai kisah contact dengan pasien Covid-19 dan tidak mempunyai penyakit pengantar seperti penyakit Paru, Diabetes Melitus, Jantung, Ginjal dan penyakit immunocompromised.

  1. Verifikasi dengan Tanda-tanda Enteng

Mereka yang masuk ke persyaratan Verifikasi ialah orang yang dipastikan positif terserang virus SARS COV-2 atau menanggung derita Covid-19 dengan tanda-tanda yang enteng infeksi aliran pernafasan kronis (demam ≥38°C/ada kisah demam, batuk/pilek, sakit kerongkongan berdasar hasil pengecekan laboratorium.

Anda tak perlu cemas jika Anda diwajibkan untuk lakukan isolasi di dalam rumah secara berdikari, tapi kerjakan secara tenang dan penuh kesadaran untuk ikut berperan serta aktif dalam menahan penyebaran Covid-19 ke bagian keluarga lainnya atau ke warga seputar.

Banyak hal yang penting Anda kerjakan sepanjang jalankan karantina mandiri, diantaranya:

  1. Selalu pakai masker, tukar masker tiap hari dan selekasnya buang dalam tempat sampah yang tertutup dan selanjutnya bersihkan tangan secara benar.
  2. Mencuci tangan seringkali dengan sabun dan air mengucur sepanjang 40-60 detik atau handsanitizer sepanjang 20-30 detik.
  3. Hindari penggunaan alat makan (piring, sendok, garpu, gelas, mangkok) secara bertepatan. Bersihkan alat makan dengan sabun dan air mengucur.
  4. Pisahkan perlengkapan mandi yang terpisah dengan bagian keluarga lainnya seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi, handuk, dan sebagainya.
  5. Upayakan ruangan terpisah dengan sirkulasi yang bagus (mempunyai jendela terbuka) dengan bagian keluarga lainnya dan masih menjaga jarak (physical distancing) dengan bagian keluarga lainnya minimum 1 mtr..
  6. Batasi banyaknya orang yang menjaga pasien. Baiknya seseorang yang betul-betul sehat tiada mempunyai masalah kesehatan lain atau masalah kebal.
  7. Hindari lawatan dari famili.
  8. Konsumsi makanan bergizi dan beristirahat cukup.
  9. Jaga kebersihan rumah dan pakai cairan desinfektan.
  10. Lakukan pengujian temperatur badan tiap hari.
  11. Tetap di dalam rumah dan alat berkomunikasi gampang dikontak (untuk pengawasan dari petugas kesehatan).
  12. Jika mau tak mau keluar dari rumah, pakai masker, jauhi keramaian/keramaian, kerjakan norma batuk, dan kerap bersihkan tangan secara benar.
  13. Manfaatkan sarana telemedicine atau media sosial kesehatan dan jauhi transportasi khalayak.
  14. Berjemur di bawah cahaya matahari tiap pagi sepanjang (+15-30 menit)
  15. Hubungi sarana servis kesehatan paling dekat jika berlangsung perombakan keadaan atau sakit bersambung seperti sesak napas dan demam tinggi, untuk memperoleh perawatan selanjutnya.
  16. Selalu memikir positif dan percaya diri.