5 Makanan Berbahaya yang Sering Kita Berikan Untuk Anak

5 Makanan Berbahaya Untuk Anak yang Sering Kita Berikan

Memberikan makan sang Kecil memanglah bukan kasus yang gampang. Ada saatnya saat anak sulit makan, orangtua “mengalah” dan pada akhirnya memberikan makanan berbahaya untuk anak yang dia ingin. Pikirnya, yang perlu ada makanan yang masuk.

Meskipun tujuannya baik, tapi beberapa orangtua seharusnya waspada, sebab tidak seluruhnya makanan aman untuk anak kecil. Ada beberapa macam minuman dan makanan berbahaya untuk anak yang seharusnya dijauhi. Di bawah ini paparannya.

  1. Popcorn

Popcorn umumnya dicicipi waktu menonton, baik bersama seseorang atau sendiri. Makanan yang terlihat aman ini rupanya dapat beresiko bila dimakan balita.

Merilis USA Today, berdasar referensi American Academy of Pediatrics (AAP), popcorn masuk di dalam perincian tipe makanan yang seharusnya tidak dikasih ke beberapa anak di bawah umur 4 tahun.

Kecuali popcorn, tipe makanan yang lain seharusnya dijauhi diantaranya ialah hot dog, kacang dan beberapa bijian, anggur utuh, potongan daging atau keju, permen yang keras atau lekat, potongan sayur mentah, dan permen karet.

Menurut Alison Tothy, jubir AAP dan dokter spesalis anak asal Chicago, Amerika Serikat (AS), popcorn menjadi permasalahan pada beberapa anak sebab mereka belum mempunyai gigi geraham sisi belakang untuk kunyah.

Baca Juga: 5 Bahayanya Sindrom Cushing Yang harus kita Pahami

Ditambahkan lagi, beberapa anak terlatih langsung menyantap makanan sekali banyak dan suka bergerak saat makan. Ini membuat mereka benar-benar beresiko terselak dan dapat memunculkan permasalahan yang lebih genting.

Seperti masalah yang menerpa seorang ibu di Denver, AS. Nicole Goddard, ibu dari 3 anak, saat itu memberikan makan popcorn pada anak-anaknya, terhitung pada anak yang paling bungsu, Nash, yang waktu itu masih berumur dua tahun. Waktu menonton bersama, berlangsung kejadian kecil, Nash terselak popcorn yang dimakannya.

Tetapi, siapa kira kejadian kecil itu akan berekor panjang. Hari-hari selanjutnya, keadaan Nash makin lebih buruk. Tubuhnya demam dan kesusahan bernapas. Waktu dibawa ke dokter anak, dokter menduga Nash alami pneumonia.

Sesudah dikasih tahu ibunya mengenai kejadian terselak yang sempat dirasakan Nash, dokter juga lakukan bronkoskopi. Dari sana baru dijumpai, ada popcorn yang terhisap ke paru-parunya dan memunculkan infeksi.

Sesudah jalani 2x operasi, dokter sukses keluarkan 7 biji popcorn dari paru-paru Nash. Untunglah Nash bisa terselamatkan dan keadaannya perlahan-lahan lebih baik.

Dari masalah di atas, kita dapat ambil pelajaran, jika makanan spesifik yang terlihat aman saja rupanya dapat benar-benar fatal mengakibatkan bila diberi pada anak di umur yang tidak pas.

  1. Minuman manis

Pengakuan bersama instansi AAP dan American Heart Association (AHA), dan banyak instansi kesehatan yang lain, yang termuat dalam jurnal Pediatrics, ungkap bahaya dari konsumsi pemanis tambahan, khususnya dari minuman manis.

Berdasar laporan itu, konsumsi gula tambahan yang terlalu berlebih sudah berperan pada bertambahnya kebiasaan kegemukan pada beberapa anak dan remaja. Tidak itu saja, konsumsi gula tambahan berlebihan dapat tingkatkan resiko kerusakan gigi, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dislipidemia (kandungan lemak tinggi), resistansi insulin, diabetes melitus type 2, penyakit perlemakan hati, dan pemicu kematian yang lain.

Berdasar tutorial Dietary Guidelines for Americans, dianjurkan konsumsi kalori beberapa anak dan remaja dari gula tambahan tidak lebih dari 10 %. Tetapi, sayang berdasar data, sekitar 17 % rata-rata kalori harian beberapa anak dan remaja didapat dari gula tambahan, dan nyaris separuhnya berawal dari minuman manis.

Merilis Harvard Health Publishing, meskipun beberapa dokter anak sudah menyarankan untuk menghindar minuman manis untuk beberapa anak, kenyataannya rutinitas itu susah dirubah. Ditambahkan lagi, taktik marketing minuman manis yang banyak mengarah kelompok muda. Plus, harga yang semakin lebih murah dibandingkan minuman sehat membuat minuman manis ini susah terbatasi.

Untuk itu peranan orangtua penting dalam jaga beberapa anak dari konsumsi minuman beresiko ini, sebab efeknya tidak bermain-main. Kemungkinan tidak dirasa sekarang ini, tetapi akan punya pengaruh nanti saat dia dewasa.

  1. Sereal makan pagi

Sereal makan pagi sering jadi unggulan sebab kepraktisannya. Tetapi, seharusnya beberapa anak tidak boleh sering dikasih sereal makan pagi.

Merilis Parents, meskipun sereal makan pagi memiliki kandungan vitamin dan serat, tetapi sereal makan pagi memiliki kandungan gula tambahan yang malah dapat memunculkan permasalahan saat dimakan terlalu berlebih.

Berdasar hasil riset yang dikerjakan oleh Environmental Working Grup (EWG) pada 1.556 tipe sereal di AS, terhitung didalamnya 181 tipe sereal untuk beberapa anak, didapat beberapa hasil penilaian seperti berikut.

  • Sebanyak 100 % sereal untuk beberapa anak memiliki kandungan gula tambahan. Bahkan juga, beberapa salah satunya memiliki kandungan lebih dari 6 tipe gula, salah satunya gula yang digabung dengan sirop jagung, madu, dekstrosa atau sirop jagung fruktosa tinggi atau high fructose corn syrup (HFCS).
  • Sereal yang ditawarkan untuk beberapa anak mempunyai gula 40 % semakin banyak dibandingkan sereal untuk orang dewasa, dan 2x semakin banyak dari oatmeal.
  • Sebanyak 78 % sereal beberapa anak memiliki kandungan lebih dari 2 sdt gula pada sebuah ukuran sajian, jumlah ini sama dengan lebih dari seperempat batasan harian untuk anak berumur 8 tahun.
  • Ada 40 tipe sereal yang satu ukuran sajiannya melewati 60 % batasan gula harian.
  • Ada 12 tipe sereal yang memberi lebih dari 50 % gula berdasar beratnya.

Walau tipe sereal dalam studi di atas ialah yang ditawarkan di AS, tetapi tidak ada kelirunya jadi bahan alasan untuk beberapa orangtua tidak untuk betul-betul melepaskan anaknya konsumsi sereal makan pagi.

  1. Daging olahan

Merilis The Guardian, World Cancer Research Fund (WCRF) menyarankan beberapa orangtua tidak untuk masukkan menu daging olahan seperti salami, ham, bacon, dan sosis, ke dalam bekal anak setiap hari. Beberapa pakar mengingatkan, konsumsi daging olahan berlebihan akan tingkatkan resiko kanker.

Bukannya daging olahan, tubuh amal itu merekomendasikan beberapa orangtua masukkan sumber protein lain seperti daging unggas, ikan, keju rendah lemak, atau sedikit daging merah tiada lemak selaku menu kotak makan siang beberapa anak. Ini untuk menghindar rutinitas kurang sehat konsumsi daging olahan yang dapat berpengaruh jelek di masa datang.

Menurut WCRF, bila tiap orang konsumsi daging olahan tidak lebih dari 70 gr per minggu, bisa kurangi 3.700 orang yang terserang kanker usus di Inggris tiap tahunnya.

Melalui riset yang diedarkan di jurnal Nutrition and Cancer, dijumpai ada jalinan di antara konsumsi daging olahan dengan resiko kanker usus atau kanker kolorektal. Kenaikan resiko kanker usus untuk mereka yang konsumsi daging olahan sekitar di antara 20-50 % dibandingkan mereka yang tidak makan daging olahan.

Menurut WCRF, meskipun riset itu dikerjakan ke orang dewasa, beberapa anak semestinya masih menghindariinya.

Marni Craze, manager pengajaran WCRF menjelaskan, bila daging olahan berada di menu makan siang beberapa anak tiap hari, karena itu sepanjang setahun tuntunan mereka akan makan dengan jumlah banyak. Kalaulah pengin makan, akan lebih bagus bila beberapa anak melihat daging olahan selaku sajian kadang-kadang.

  1. Makanan cepat sajian

Berdasar laporan dalam Medical dan Clinical Ulasans, yang diartikan dengan makanan cepat sajian atau arti yang lain fast food atau junk food ialah tipe makanan padat energi yang mempunyai kandung gula, garam, dan lemak yang tinggi, sesaat nilai nutrisi seperti protein, serat, vitamin, dan mineral yang rendah.

Dijumpai, konsumsi makanan cepat sajian telah jadi rutinitas beberapa anak sekarang ini. Walau sebenarnya, konsumsi tinggi gula, lemak jemu, garam, dan kalori pada beberapa anak bisa memacu permasalahan kesehatan awal. Tipe makanan ini bertanggungjawab pada resiko kegemukan, hipertensi, dislipidemia, penyakit jantung, dan diabetes.

Tentu saja, orangtua mana juga tidak akan ingin dong, sang Kecil yang paling disayang mempunyai resiko tinggi pada bermacam penyakit beresiko itu?

Karenanya, untuk menghindarinya, yakinkan anak mendapatkan konsumsi nutrisi imbang. Jauhi sering-sering konsumsi tipe makanan yang disebut sebelumnya barusan, apa lagi terlalu berlebih, sebab akan beresiko untuk kesehatan anak di periode kedepan.